Inah Pelayan Seksi

Inah Pelayan Seksi

http://ceritaone.com/dircpwp/inah-pelayan-seksi

Linda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, sesekali mulutnya bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang diputar pada stereo- tape, panasnya udara Jakarta pada siang hari yang terik itu tak mempengaruhi siapapun yang berada didalam kendaraan itu, karna Air-conditioner selalu siap memanjakan siapa pun yang berada didalamnya dengan hembusan udara sejuknya.
sementara disampingnya seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan yang nampak lugu,dengan posisi duduk agak kaku dan tidak rilek,sesekali pandangannya menerawang mengamati seisi ruangan didalam mobil, terbersit perasaan canggung berada didalam mobil semewah itu, baru kali ini didalam hidupnya ia berada didalam mobil seperti itu, dialah Inah,wanita desa berasal dari Sukabumi yang barusaja dijemput oleh Linda dari terminal bus antar kota, untuk dipekerjakan dirumahnya.
Inah walaupun seorang wanita desa namun berwajah cukup manis berkulit kuning langsat dan memiliki tubuh yang sekal,bentuk payudara indah, montok,namun tidak terlalu gemuk dan merupakan seorang janda yang sudah satu tahun cerai. Inah dicerai suaminya karna sudah 7tahun perkawinan mereka belum dikaruniai anak ,sehingga suaminya menceraikannya,namun Inah dengan tabah menerima kenyataan itu dan akhirnya setelah hampir satu tahun hidup menjanda dikampung ia merasa jenuh dan kemudian ia putuskan untuk pergi keJakarta setelah ada ajakan dari Linda yang bersedia mempekerjakan inah dirumahnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Continue reading

Pesta Jumat Malam

Pesta Jumat Malam

http://ceritaone.com/dircpwp/pesta-jumat-malam

Namaku Jony, Umurku 26 tahun. Aku tergolong pria yang kuat minum-minuman beralkohol. Suatu ketika saat aku sedang santai di Jumat sore tiba-tiba handphone ku berdering, temanku Utha menelfon untuk mengundang ku ke sebuah acara yang dia rancang di apartement nya di bilangan Jakarta Selatan. Dia memintaku dateng sendiri ke apartement nya pukul 9 malam. Akhirnya aku iyakan ajakannya tanpa menolak sedikit pun. Pukul 7 malam aku berangkat menuju apartement temanku itu dengan cepat karena aku takut telat sampai disana. Tepat pukul 8.30 malam aku sampai di apartement teman ku itu. Karena aku tidak mempunyai akses untuk naik ke kamar Utha teman ku, kemudian aku telfon dia untuk meminta nya jemput aku di lobby.

“Tha, gw udah sampe nih.. Gw tunggu di lobby lo kebawah ya” kataku di telfon.
“Oh udah sampe lo? Pake baju apa?” Tanya nya kepadaku.
“Gw pake Poloshirt hitam” sautku.
“Yaudah lo tunggu di lobby nanti temen gw samperin lo, soalnya gw lagi sibuk siapin acara ini” saut Utha di telfon.
“Okay.. Jangan lama ya” sautku sambil bingung memikirkan acara apa yang hendak dibuat oleh temanku si Utha.
Continue reading

Pesta Malam yang Tak terlupakan

Pesta Malam yang Tak terlupakan

http://ceritaone.com/dircpwp/pesta-malam-yang-tak-terlupakan

“Happy birthday Ton,moga panjang umur,banyak rezeki,dan sehat selalu”kataku kepada Tony.
“wah,thanks Hans,jadi ngerepotin”balas Tony.
“ah,ga ngerepotin kok,emang uda wajib diucapin,sekali setahun juga”kataku sambil tertawa.
“oh ya,hamper lupa gua,besok lu ada kegiatan ga jam 20.00?”tanya Tony kepadaku.
“hmm…ga ada tuh,nganggur gw besok”jawabku.
“oh,besok lu datang ke villa gua aja ya,gua ada buat pesta ulang tahun gua nih,lu kabarin sama yang lain ya,gua lagi sibuk dekorasi nih”kata Tony kepadaku.
“oh,beres bos”balasku.
“sip,udah dulu yah,gua sibuk banget nih,jangan lupa besok jam 20.00,bye”kata Tony dan menutup komunikasi kami.
Tony,teman sekelasku sekaligus menjabat sebagai wakil ketua kelas 2 SMA.
“halo sayang,besok kamu ada waktu ga?”tanyaku mesra kepada Elsa.
“hmm…ga ada sayang,memangnya kenapa?oh,kamu mau ajak aku kencan ya?”tanya Elsa yang sedikit bingung.
“iya sayang,tapi kencannya di villa si Tony,dia buat pesta ultahnya tuh”jawabku.
“oh,kapan mulainya?”tanya Elsa.

Continue reading

Risiko Menerima Titipan

Risiko Menerima Titipan

http://ceritaone.com/dircpwp/risiko-menerima-titipan

Aku baru dapat tetangga baru. Dia menempati rumah petakan tepat di sebelah rumahku. Ibunya tidak dapat dikatakan cakep, tetapi anaknya 2 cewek masih kecil-kecil tampangnya manis-manis kayak keturunan bule.

Ketika mereka menurunkan barang dari truk, kebetulan aku masih di rumah, sehingga dengan sukarela aku turut membantu. Toh dia nanti bakal jadi tetanggaku. Ibu Eno yang kupanggil kemudian mbak Eno, awalnya rikuh, bahkan mau memberi upah. Tentu saja aku tolak, masak sih membantu tetangga mau terima upah juga.

Akhirnya dia akrab denganku. Rumah kontrakan petakan sederet ada 5. Bangunan sederhana lebar, cuma 3 meter dan memanjang kebelakang sekitar 10 m. Aku tinggal di situ sejak istriku meninggalkanku karena dia tidak sanggup hidup miskin. Kabarnya dia akrab dengan bos-bos berduit, sebelum akhirnya minta cerai denganku. Istriku memang terlalu cantik untuk hidup miskin.

Ketika bersama istriku , aku tinggal di rumah sederhana yang dibeli secara KPR BTN agak jauh dari pusat kota Jakarta. Untuk mencapai kantorku aku perlu waktu sekitar satu setengah jam.
Continue reading

Cerita Panas Oh..adik Iparku

Cerita Panas Oh..adik Iparku

http://ceritaone.com/dircpwp/cerita-panas-oh-adik-iparku

cerita ini bermula ketika ku sedang ngecet di rumah kontrakan mertuaku yg akan ku tempatin, karena istriku pindah kerjaan yg kantornya dekat dengan rumah orang tuanya. Oh iya.. nama saya Wahyu, 27thn, ku sudah menikah namun belum punya anak, saya bekerja d sebuah Provaider telekomunikasi. Siang itu ku sempatkan u/ ngecat rmh kontrakan yg akan ku tinggalin mumpung lagi libur (saya kerja sifting jd liburnya ga nentu). Ketika sedang asik ngecat tiba2 adik iparku Rensi masuk kdalam rmh, “yu,wahyu…lg ngapain loh..?” Rensi memanggilku, “ini lg ngecat sambil beberes”ku jawab sekenanya. Tanpa melihat k arahnya,”mau gw bantuin ga”,Rensi menawarkan bantuan “, “Boleh2…kebetulan kalo ada yg bantuin”, ku sambil jawab sambil konsen ngecet.
tak terasa gw dah 2jam ngecet, sambil istirahat ku duduk sambil memandangi Rensi yg sedang ngecet , ternyata Rensi baru mandi, tercium dr wangi tubuh dan rambut yg agak basah, Rensi bertubuh tinggi 160Cm dengan badan yg proporsional dia terlihat cukup cantik,dengan baju daster yg rada tipis, samar2 trlihat baju dalemannya. Sebetulnya gw lebih suka dengan Rensi dr pd kknya Rosi istriku, namun saying dia sudah kawin duluan dan udah punya 1 anak. “ren, jangan dsitu aja ngecetnya, tuh yg atas jg donk”, “iya bawell.. bgt sih lo..”rensi mnjawab dengan jutek. Ku balas dengan senyum nakal.

Continue reading

The Gladiator Tale: Blood and Semen

The Gladiator Tale: Blood and Semen

http://ceritaone.com/dircpwp/the-gladiator-tale-blood-and-semen

Daftar istilah asing

  • gladiator – petarung bersenjata yang bertarung di arena untuk menghibur penonton pada jaman Romawi Kuno
  • lanista – pemilik sekolah gladiator
  • senator – jabatan pada masa Romawi Kuno yang sekarang kurang lebih setara dengan anggota dewan / senat.
  • ludus – sekolah/asrama gladiator
  • gladius – pedang pendek lurus
  • sica – pedang lengkung
  • myrmillo – jenis gladiator yang dipersenjatai mirip legiuner dengan helm, tameng dan gladius
  • retiarius – jenis gladiator yang dipersenjatai dengan trisula, belati dan jala, bertarung dengan mengandalkan kelincahan.
  • Venatio – pertarungan antara gladiator dengan hewan buas
  • noxii – terpidana mati yang dipaksa bertarung di arena sampai mati
  • dominus/ domina – tuan/nyonya, sebutan bagi atasan oleh budak/pelayan

Republik Roma, 101 SM

078ce8301934282

Gegap gempita keriuhan penonton di arena pertandingan gladiator itu sementara mereda ketika dua gerbang besar dibuka , satu di setiap sisi arena . Dari keluar dari gerbang timur melangkah seorang gladitor retiarius dengan tubuh tinggi dan berotot, kulit hitam legamnya yang berkeringat nampak mengkilap di bawah sinar matahari yang hari itu bersinar terik. Sebagai catatan, retiarius adalah gladiator dengan dengan senjata jaring untuk menjerat lawan mereka serta sebilah tombak trisula. Pelindung badan retiarius lebih minim, hanya berupa pelindung lengan, bahu serta tulang kering, tanpa helm, karena type petarung ini lebih mengandalkan kecepatan dan kelincahan.
“Kita sambut….HASDRUBAL!! Jagal dari Sahara!!” seru pembawa acara dari podium utama.

Continue reading

Cerita Seks Kakakku yang Manja part 2

Cerita Seks Kakakku yang Manja part 2

http://ceritaone.com/dircpwp/cerita-seks-kakakku-yang-manja-part-2

Entah bagaimana mulanya, aku pun tak mengerti. Jelasnya, kami sudah sama-sama bugil di atas ranjang. Lampu temaram di dalam kamar, membuat kami semakin asyik saja. Nafsu semakin menggebu. Lidah kami salingb ertautan dengan buas. Kak Sri tak mau diam. Dia terus memelukku dan meremas-remas rambutku. Nafasnya semakin memburu dan…

“Ayo naik ke atas tubuhku…” pintanya. Aku menaiki tubuhnya dan menindihnya dari atas.
“Tolong jangan siksa aku. Masukin cepat…” katanya dengan nafas terengah-engah. Kutusuk lubang nikmatnya. Memek yang sudah sangat basah itu, dengan cepat dimasuki oleh kontolku yang mengheras dan tegang.
“Oh… nikmat sekali. Hangat dik,” katanya dan terus meremas rambutku sembari lidahnya terus menerus mempermainkan lidahku. Tanpa kuasa, Kak Sri langsung menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Dengan buasnya dia mempermainkan tubuhnya dari bawah sampai aku terayaun-ayun di atas tubuhnya.

Aku kehilangan keseimbangan. Aku terbuai oleh nafsu yang menggebu-gebu. Dan aku berteriak tertahan.
“Aku sudah mau sampaiiii” kataku.
“Ya. Keluarin sebanyaknya,” desis Kak Sri. Aku melepaskan spermaku beberapa kali ke lam lubang nimmat itu. Banyak sekali perasaanku. Kak Sri terus memelyukku dengan kuat sembari histeris kecil dan menjepit kedua kakinya semakin kuat dan memeluk tubuhku dengan kuat pula. Aku merasakan kehangatan lendir yang membasahi dari dalam tubuh Kak Sri.
Continue reading

Cerita Seks Kakakku yang Manja part 1

Cerita Seks Kakakku yang Manja part 1

http://ceritaone.com/dircpwp/cerita-seks-kakakku-yang-manja-part-1

Aku percepat sepeda motorku agar cepat sampai di rumah Kak Sri. Sudah dua tahun aku tak bertemu dengannya, sejak aku ditempatkan di Kalimantan setelah aku menyelesaikan kuliahku. Rasa rinduku pada kakakku yang sangat manja kpadaku dan sangat memanjakanku tak kepalang. Walau dia sudah menikah dan sudah punya seorang anak, aku tetap merindukannya. Aku teringat semasa kami kecil, aku selalu menjadi ayah dan dia menjadi ibu dan kami bermain di samping rumah di bawah pohon manggis. Kami pun masuk ke pondok di pinggiran kali kecil, lalu ami membuka baju kami, mempraktekkan bagaimana tetangga kami bersetubuh yang kami intip. Oh… kenangan itu.

Bermain sampai kami lepas SD, kemudian kami masuk SMP. Usia kami terpaut hanya dua tahun. Kami pernah sama-sama di SD dan kami sama-sama di SMP, kemudian kami sama-sama di SMA, kemudian kami sama-sama kuliah dan saat kuliah, aku dan kakaku Sri sama-sama diwisuda. Saat aku ke Kalimantan aku tak bisa menghadiri pernikahakannya. Dia adalah korban kawin paksa oleh ayah kami.

Begitu aku tiba di depan rumahnya, dia langsung menghambur dan memeluk diriku dan kami berpelukan. Kami ingat bagaimana kami sama-sama sekolah boncengan naik sepeda sampai tamat SMA dan kemudia sama-sama mahasiswa. Sejak SMP dan SMA kami sudah pacaran. Pacaran dimana kami saling berkirim surat. Aku menulis surat padanya, kemudian dia tulis surat padaku lalu diberikannya untuk aku baca. Setelah mahasiswa, kami membeli sebuah buku catatan harian dan kami isi bersama-sama. AKu menulis di buku itu kemudian kakakku akan membalasnya. Dalam keseharian kami, kami tidak pernah membicarakan tentang cinta kami. Kami hanya membicarakan tentang cinta kami di dalam buku catatan harian kami (Diary) saja.
Continue reading

Cerita Dewasa Gairah Keluarga Istriku

Cerita Dewasa Gairah Keluarga Istriku

http://ceritaone.com/dircpwp/cerita-dewasa-gairah-keluarga-istriku

Satu lagi kisahku yang berkaitan dengan isteriku adalah ketika aku harus ke Menado untuk suatu urusan. Biasanya aku tak pernah mampir kerumah keluarga isteriku yang memangnya berasal dari sana, tetapi kali ini aku terpaksa harus mampir ke Amurang karena isteriku menitipkan beberapa barang untuk adik dan kakaknya disana. Setelah selesai urusanku dikota Manado, maka aku segera memanggil taksi untuk ke Amurang yang letaknya cukup jauh dari kota Manado. Aku sebenarnya kepengen menginap di Manado saja karena disana ceweknya hebat hebat dan menyenangkan, tetapi karena aku harus ke Amurang, maka aku putuskan untuk menginap disana saja, tokh aku tahu kalau rumah keluargaku cukup besar disana dan aku bisa menempati paviliunnya yang sangat menyenang-kan. Aku sampai di Amurang sekitar jam 4 sore, dirumah aku disambut oleh mertuaku, Elsa kakak isteriku serta Vera adik isteriku. Aku menatap wajah ketiga orang ini dengan pikiran yang melayang layang, karena sejujurnya saja baik itu ibu mertuaku, kakak iparku maupun adik iparku semuanya cantik dan mempunyai keseksiannya sendiri sendiri. Mereka tanpa canggung memelukku serta menciumiku seperti biasanya orang yang kangen. Tetapi aku jadi cekot cekot sendiri. Bayangkan, meskipun mertuaku sudah hampir 55 tahun, tetapi badannya masih montok dengan buah dada yang benar benar hebat ditambah lagi wajah yang cantik, kalau Evie kakak iparku wajahnya kalem khas Manado, tetapi bentuk badannya benar benar ideal karena tinggi langsing dengan buah dada dan pinggul yang tak terlalu besar, kulitnya bersih dan bibirnya selalu tersenyum, berbeda sekali dengan adik iparku Vera yang wajahnya seksi dengan tubuh yang pendek dan padat ditambah buah dada yang montok hampir hampir tak sesuai dengan badannya yang kecil itu. Aku jadi bertanya tanya apakah Vera masih perawan, karena badannya begitu subur.
Continue reading

Vivi istri cantik yang kecewa

Vivi istri cantik yang kecewa

http://ceritaone.com/dircpwp/vivi-istri-cantik-yang-kecewa

Perkenalkan nama saya Nendi umur 29 tahun, saya bekerja di sebuah hotel berbintang tiga di kota “B”. Seperti kebanyakan orang bekerja yang kadang membuat kita jenuh, untuk mengatasinya aku sering mengunjungi situs sumbercerita.com ini, sampai akhirnya saya terobsesi untuk menulis cerita ini.

Cerita ini berawal dari pulang kemalaman dengan seorang sekretaris teman sekantor di bagian lain, namanya Vivi berperawakan sintal dengan kulit putih dan tinggi badan yang sedang-sedang saja sekitar 165 cm. Sebetulnya Vivi bukanlah tipe orang yang ramah walaupun dia seorang sekretaris, mungkin karena om-nyalah dia ada di posisi tersebut. Oh ya, Vivi juga sudah menikah kira-kira satu setengah tahun yang lalu, dan saya pernah beberapa kali ketemu dengan suaminya.

Pagi itu pada saat jam masuk kantor aku berpapasan dengannya di pintu masuk, seperti biasa kita saling tersenyum dan mengucapkan selamat pagi. Ah lucu juga kita yang sudah kenal beberapa tahun masih melakukan kebiasaan seperti itu, padahal untuk hitungan waktu selama tiga tahun kita harus lebih akrab dari itu, tapi mau bagaimana lagi karena Vivi orangnya memang seperti itu jadi akupun terbawa-bawa, aku sendiri bertanya-tanya apakah sifatnya yang seperti itu hanya untuk menjaga jarak dengan orang-orang di lingkungan kerja atau memang dia punya pembawaan seperti itu sejak lahir.
Continue reading

Cerita Dewasa “Bu Heidy”

Cerita Dewasa “Bu Heidy”

http://ceritaone.com/dircpwp/cerita-dewasa-bu-heidy

Cerita Dewasa kiriman dari salah seorang pembaca ceritaone, Terima Kasih untuk “ARI”

Cerita kekejaman ibu tiri sudah banyak beredar sejak dulu kala, sehingga sampai diangkat dilayar lebar dan menjadi tema lagu dengan label Ratapan Anak Tiri misalnya, dan berita-berita yang memilukan, baik perihal ibu maupun anak tiri ini. Hal itu sempat membuat hatiku galau ketika ayahku (49) menikah lagi (karena ibu kandungku meninggal), dengan seorang perempuan (35) sempat meresahkan hatiku. Aku berstatus sebagai anak tiri dan siap menanggung deritanya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak saya (namaku Rendy, 22) inginkan, justru saya berusaha berbuat baik dengan mama tiriku itu. Saya ingin mengubah opini publik bahwa ibu tiri itu kejam, hanya sayang pada ayah dan seterusnya. Image ini ingin saya ubah; menjadi ibu tiri yang mengasihi, lembut terhadap anak tiri. Lalu saya bertekad berbuat baik dan menghormati ibu tiri bahkan tidak sekedar menghormati tetapi membuat hatinya senang, minimal saya tidak menyebalkan di hadapan matanya. Langkah yang aku lakukan adalah selalu membantu pekerjaan rumah tangga, apalagi bila pembantu sedang pulang kampung. Sayapun bersikap baik, terhadap Remy (11) anak kandung ibu tiriku, bahkan saya anggap sebagai adik kandungku sendiri. Demikian juga aku selalu bersedia apabila disuruh belanja atau apa saja yang sekiranya dapat aku lakukan. Usaha mengubah citra ibu tiri yang sudah saya rintis ini untuk mematahkan bisa anggapan bahwa ibu tiri itu jahat. Namun yang namanya pendapat umum, mitos tentang kengerian ibu tiri ini ternyata tidak gampang dihapuskan begitu saja di muka bumi ini, bagai sebuah penyakit yang menahun, kronis dan berstadium tinggi. Sikap ibu tiriku tetap tidak baik dan merendahkan anak tiri. Mama tiriku jarang mengajakku, dia baru mau bicara bila sedang perintah saya, atau bila saya dianggap melakukan kesalahan. Misalnya bila Remy terlambat berangkat sekolah, saya yang ditegur, padahal anaknya sendiri yang molor. Hal ini dilakukan tidak segan-segannya, walau saat ada orang lain atau tamu. Ayahku hanya diam saja, akupun paham betul posisi ayahku. Aku tetap menganggap ayah sebagai orang tua yang bijaksana dan sangat mengasihi saya.

Continue reading

Ekspresi kebebasan Birahi

Ekspresi kebebasan Birahi

http://ceritaone.com/dircpwp/ekspresi-kebebasan-birahi

Tiga tahun sudah Mirna listiana ditinggal mati suaminya Joni hartanto, seorang pengusaha property sukses yg tewas terkena serangan jantung, selama itu pula mirna menjadi single fighter dalam membesarkan ketiga orang anaknya, dan dengan pertimbangan tertentu mirna lebih memilih hidup menjanda ketimbang harus menikah lagi dengan pria lain. meski telah memasuki usia yg ke 40, mirna masih terlihat cantik dan menarik, sebenarnya banyak pria yg tertarik pada mirna, namun mirna telah memutuskan untuk tidak menikah lagi semenjak kematian suaminya.

Bersamaan dengan kematian suaminya pula, praktis semenjak saat itu segala urusan perusahaan mirna lah yg menanganinya, mirna menjadi pemilik tunggal sekaligus direktur diperusahaan tersebut, walaupun sebetulnya mirna tidak memiliki latar belakang pendidikan yg tinggi, apalagi pendidikan ekonomi dan kemanajemenan, suatu disiplin ilmu yg sebenarnya wajib dikuasai oleh seorang pengusaha property yg bersekala menengah seperti dirinya, namun kelebihan mirna adalah memiliki kecerdasan, keuletan dan mau belajar, sehingga dalam waktu singkat mirna dapat menguasai seluruh pekerjaan mendiang suaminya, bahkan beberapa waktu terakhir perusahaan tersebut mencapai angka kemajuan yg cukup signifikan.
Continue reading

hari yang menyenangkan

hari yang menyenangkan

http://ceritaone.com/dircpwp/hari-yang-menyenangkan

Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.

Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.
Continue reading

Cerita Sex Dewasa Diamond

Cerita Sex Dewasa Diamond

http://ceritaone.com/dircpwp/cerita-sex-dewasa-diamond

“Buuuuugghhh . . .“

Aku menoleh ke belakang ke arah suara tersebut, kulihat Azmi tertunduk, tersungkur sambil memegang perutnya, sambil meringis kesakitan.

Di depannya berdiri seorang yang tinggi,bersiap mengokang tangannya sekali lagi ke arah Azmi.
Aku yang tadinya asyik mengobrol di depan kelas berlari ke arah Azmi yang masih terduduk pasrah, disusul teman teman yang lain, menyusulku.

“Woyy boss”, aku berteriak ke arah Anggoro, anak kelas 3 yang barusan menghajar Azmi.

Anggoro menoleh ke arahku , maju mendekatiku dengan gayanya yang tengil sambil petentang petenteng, meninggalkan Azmi yang masih meringis.

“Knapa Jon ?”
Continue reading